“APHI dan seluruh anggota berkomitmen mendorong pengembangan inisiatif karbon berintegritas tinggi dan berkualitas agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia,” ujar Soewarso.
Adapun tantangan utama pengembangan karbon kehutanan Indonesia adalah menjaga konsistensi tata kelola, penguatan kapasitas di lapangan, harmonisasi regulasi, serta peningkatan kepercayaan pasar global.
Proyek karbon harus dibangun melalui tata kelola lanskap yang kuat, perencanaan spasial yang akurat, dan dukungan kolaborasi internasional agar mampu menghasilkan kredit karbon berkualitas tinggi.
Indonesia memiliki potensi besar dengan sekitar 48,69 juta hektare areal untuk proyek pengurangan emisi dan sekitar 3,5 juta hektare area potensial untuk proyek penyerapan karbon.
(Feby Novalius)