Gojek Terima Komisi Dipangkas dari 20 Persen Jadi 8 Persen

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2026 16:34 WIB
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menerima keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengatur 92% pendapatan untuk pengemudi transportasi online. (Foto: Okezone.com/GOTO)
Share :

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menerima keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengatur 92% pendapatan untuk pengemudi transportasi online dan potongan komisi 8% untuk aplikator. Dengan aturan ini, perusahaan akan menerima potongan komisi sebesar 8%, dibandingkan sebelumnya sebesar 20%.

Sebagai bentuk dukungan terhadap arahan Presiden terkait kebijakan skema bagi hasil ojek online, Gojek dan GoTo menyiapkan empat langkah konkret.

"Seperti yang telah kami sampaikan dalam berbagai momentum sebelumnya, termasuk pada pengumuman program dukungan kesejahteraan Bakti GoTo untuk Negeri serta peluncuran 7 Inisiatif Apresiasi Mitra terbaru, kesejahteraan mitra driver akan selalu menjadi prioritas utama bagi perusahaan," ujar Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo, Selasa (19/5/2026).

Berikut empat langkah konkret Gojek dan GoTo untuk mendukung arahan pemerintah terkait skema bagi hasil ojek online:

1. Gojek dan GoTo berkomitmen mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto terkait komisi ojek online

Perusahaan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini akan menyesuaikan komponen pendapatan perusahaan dari layanan transportasi online roda dua (GoRide). Namun, hal ini merupakan investasi jangka panjang demi ekosistem yang lebih berkesinambungan.

Tidak hanya untuk mitra pengemudi, perusahaan juga hadir untuk puluhan juta pengguna. Gojek dan GoTo menyadari adanya tanggung jawab sebagai platform transportasi online untuk menjaga kesinambungan pergerakan masyarakat setiap harinya.

Untuk layanan GoRide Reguler, yang merupakan layanan dengan jumlah pengguna terbanyak, perubahan yang dilakukan akan mempertimbangkan keseimbangan antara pendapatan mitra pengemudi dan harga yang dibayarkan konsumen.

Perusahaan juga memahami pentingnya harga yang terjangkau bagi konsumen Indonesia.

"Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide Reguler. Kami berharap dengan penyesuaian ini, jumlah order dari konsumen akan tetap stabil sehingga pada akhirnya pendapatan total mitra pengemudi tetap terjaga," ujarnya.

2. Penghapusan Program Langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi

Sebagai bagian dari penyesuaian menyeluruh, Gojek akan menghentikan Program Langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi. Program ini diuji coba sejak November 2025 dan diperluas sejak Februari 2026.

Setelah berjalan selama tiga bulan dan melalui kajian menyeluruh, perusahaan menemukan bahwa skema langganan ini memerlukan keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi.

"Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat," ujarnya.

Penghapusan Program Langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler. Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yang moderat pada GoRide Hemat. Di saat yang sama, Gojek memastikan penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat.

"Penyesuaian ini akan bermanfaat bagi mitra pengemudi dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi," ujarnya.

3. Mendukung Asta Cita Pemerintah Indonesia, Gojek terus memprioritaskan program kesejahteraan mitra pengemudi

Sebagai bagian dari komitmen yang terus dipegang teguh, Gojek memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan tetap menjadi prioritas, seperti Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, umrah gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Program-program tersebut akan terus dilanjutkan.

Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mitra dan keluarga ini sejalan dengan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang diusung pemerintah, khususnya misi meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas serta pemerataan ekonomi.

4. Dengan kekuatan ekosistem, Gojek dan GoTo akan terus berkelanjutan

GoTo merupakan ekosistem yang terus bertumbuh. Layanan teknologi finansial, logistik/pengantaran, dan lini bisnis lainnya dalam GoTo berkembang dengan cepat. Perubahan skema bagi hasil pada layanan roda dua (GoRide) tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis GoRide. Namun demikian, perusahaan percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh sekaligus menjaga keunggulan layanan.

Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, Gojek optimistis dapat melakukan penyesuaian dengan baik sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo. Saat ini, perusahaan masih terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperoleh arahan lebih lanjut mengenai ketentuan detail yang diatur dalam Peraturan Presiden.

Seiring dengan arahan lebih lanjut yang diterima, perusahaan akan terus menyampaikan perkembangan serta langkah-langkah implementasi yang diperlukan kepada seluruh pemangku kepentingan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk terus maju demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” tutup Hans.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya