Pendapatan Negara Naik 13%, Defisit APBN April 2026 Tercatat Rp164,4 Triliun

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2026 19:57 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan posisi defisit tersebut menunjukkan perbaikan. (Foto :Okezone.com/IMG)
Share :

“Artinya, prospeknya jauh lebih bagus dibanding tahun lalu ketika kondisinya masih berat. Tahun lalu pertumbuhan pajak masih turun,” ungkap Purbaya.

Purbaya juga meluruskan persepsi pasar mengenai capaian surplus pada keseimbangan primer yang menyentuh Rp28 triliun. Ia menegaskan surplus tersebut berasal dari peningkatan pendapatan, bukan karena efisiensi atau penahanan belanja.

Faktanya, belanja pemerintah pusat justru terealisasi sebesar Rp826 triliun atau melonjak 51,1 persen yoy. Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) telah tersalurkan sebesar Rp256,8 triliun kepada pemerintah daerah.

“Primary surplus bukan berarti belanja direm. Belanja tetap dipercepat sampai April tumbuh 34,3 persen yoy. Jadi ini bukan berarti pemerintah mendominasi pertumbuhan ekonomi. Ini hanya satu sisi dari pemerintah, sementara swasta tetap menjadi penggerak utama,” jelas Purbaya.

Dengan demikian, menurut Purbaya, porsi kontribusi langsung belanja negara melalui APBN terhadap total perekonomian nasional berada di bawah level 10 persen. Sebaliknya, sisa roda perekonomian yang porsinya di atas 90 persen digerakkan oleh aktivitas usaha dan investasi dari sektor swasta.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya