BTN mencatatkan penyaluran kredit senilai total Rp400,63 triliun atau naik 10,3 persen yoy dari Rp363,11 triliun pada kuartal I 2025.
Dari total penyaluran kredit tersebut, di segmen KPR Subsidi, BTN merekam penyaluran kredit senilai Rp193,55 triliun per kuartal I 2026 atau naik 7,7 persen yoy dari Rp179,70 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk segmen KPR Non-Subsidi, posisi kredit telah mencapai Rp112,56 triliun per kuartal I 2026 atau naik 5,4 persen yoy dari Rp106,81 triliun.
Meskipun likuiditas di pasar mengetat, posisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BTN pada kuartal pertama terpantau berada di level yang sangat aman dan jauh di atas ambang batas ketentuan regulator.
Bantalan permodalan yang tebal tersebut, ditambah dengan hasil uji ketahanan (stress test) internal yang dilakukan secara berkala, diyakini akan membuat BTN tetap lincah mengalirkan pembiayaan ke sektor riil sekaligus mempertahankan tren pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hingga akhir tahun.
(Feby Novalius)