BPS Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026, Transformasi Data Melalui AI dan Satelit

Rohman Wibowo, Jurnalis
Sabtu 23 Mei 2026 10:13 WIB
BPS Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2026, Transformasi Data Melalui AI dan Satelit (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) meraih penghargaan dalam ajang Digital Innovation Awards (DIA) 2026 yang diselenggarakan iNews Media Group. BPS menyabet penghargaan untuk kategori Digital Innovation In Public Services. 

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan BPS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan berbagai sumber data alternatif untuk memperkuat akurasi statistik nasional.

Transformasi digital di tubuh BPS kini telah merambah ke seluruh lini proses bisnis, mulai dari tahap perencanaan hingga ke tangan pengguna data. Penggunaan teknologi terkini menjadi kunci bagi instansi ini untuk menghasilkan data yang lebih cepat, murah, dan akurat di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks.

Pemanfaatan kecerdasan buatan kini diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan statistik, mulai dari sensus ekonomi hingga berbagai survei rutin lainnya. Institusi ini telah mengadopsi AI guna mengoptimalkan efisiensi kerja di lapangan maupun di ruang pengolahan data.

"Kalau dari sisi kegiatan-kegiatan sensus, survei sampai sensus ekonomi, kemudian survei-survei di dalamnya ada penggunaan proses AI, mulai dari data collection, data processing, data analisis, sampai dengan diseminasi. Artinya, memberikan kepada masyarakat bentuknya bisa AI untuk menggambarkan data tersebut dan sebagainya," kata Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS Setia Pramana 
di iNews Tower, Jakarta, Jumat (22/5/2026) 

Selain mengoptimalkan AI, BPS juga melakukan terobosan dengan memanfaatkan Mobile Positioning Data (MPD) sebagai sumber data alternatif di luar metode konvensional door-to-door. 

Bekerja sama dengan operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XL, BPS mampu memotret pergerakan wisatawan domestik, wisatawan mancanegara, migrasi antarwilayah, hingga pola komuter antara Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi secara lebih riil.

Inovasi ini juga menyentuh sektor pertanian dengan penggunaan citra satelit untuk memantau produktivitas lahan padi di Indonesia secara remote. Metode yang dikembangkan bersama BRIN, akademisi, serta lembaga internasional seperti FAO dan PBB ini memungkinkan BPS memantau fase pertumbuhan padi, mulai dari masa tanam hingga siap panen, tanpa harus terkendala akses geografis yang sulit.

Langkah strategis ini diambil untuk meminimalisir beban responden dan menekan biaya operasional yang tinggi pada metode survei lapangan tradisional. Pendekatan berbasis sensor dan teknologi canggih ini telah mulai diuji coba secara mendalam dalam beberapa tahun terakhir guna memastikan metodologi yang dihasilkan benar-benar solid.

"Kalau yang inovasi mobile phone sudah dari tahun 2018, sedangkan untuk satelit sudah digunakan tiga tahun yang lalu karena metodologi tidak bisa dilakukan hanya satu-dua tahun saja. Tahun ini sebenarnya sudah firm kita lakukan untuk harapannya kita bandingkan dengan survei dan sensus, sehingga tahun depan atau bahkan tahun ini kita bisa jadikan ini menjadi data utama untuk produktivitas padi," kata Setia.

 

Setia menambahkan bahwa inovasi ini memberikan dampak besar pada tingkat akurasi dan efisiensi birokrasi. Dengan data yang lebih presisi, pemerintah dapat mengambil kebijakan publik yang lebih tepat sasaran, terutama dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui data pertanian yang diperbarui secara cepat dan akurat.

Penghargaan Digital Innovation Awards 2026 ini dipandang sebagai momentum penting untuk mendorong semangat pembaruan di lingkungan BPS. Pengakuan dari publik dan media menjadi sinyal bahwa upaya meninggalkan metode lama yang kaku sudah berada di jalur yang benar.

"Apresiasi ini sangat kami harapkan ke depan juga dan kami sangat senang sekali karena artinya apa yang kami lakukan di sini diapresiasi oleh media dan masyarakat. Kami tidak hanya tinggal diam untuk menggunakan data-data yang old fashioned, tapi menggunakan teknologi yang terbaru karena ini juga merupakan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya