Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Airlangga: Kinerja Daerah Jadi Kunci Utama

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 25 Mei 2026 14:23 WIB
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan peran aktif perekonomian daerah memegang kunci krusial dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pemerintah menilai capaian makro tersebut mustahil terwujud jika hanya mengandalkan stimulus kebijakan dari pusat tanpa adanya lompatan performa dari pemerintah daerah.

Airlangga menganalogikan pertumbuhan nasional sebagai akumulasi dari rapor seluruh wilayah. Jika performa di tingkat regional melempem, maka ambisi akselerasi ekonomi nasional dipastikan akan ikut terseret turun.

"Nah 8 persen ini daerah harus terus mendorong karena pusat itu agregat daerah. Jadi kalau daerahnya di bawah nasional tentu dia akan menjadi bandul ke bawah," kata Airlangga dalam forum Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Adapun Airlangga mengapresiasi sejumlah daerah yang saat ini sukses mencatatkan pertumbuhan ekonomi fantastis, bahkan melesat jauh di atas rata-rata nasional. Lonjakan performa ini diakui sebagai buah manis dari konsistensi eksekusi program hilirisasi komoditas serta penguatan sektor industri berbasis sumber daya alam (SDA).

“Nah kami lihat beberapa daerah tumbuh tinggi akibat kebijakan downstreaming atau hilirisasi dari pemerintah,” ungkap Airlangga.

Ia membeberkan bukti konkret keberhasilan kebijakan ini, salah satunya di Provinsi Maluku Utara yang pertumbuhan ekonominya dilaporkan meroket hingga mendekati angka 19 persen. 

Rapor impresif serupa juga dicatatkan oleh wilayah lain seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang perekonomiannya melaju kencang ditopang oleh sektor industri ekstraktif dan hilirisasi hulu.

 

Kendati demikian, pemerintah memberikan catatan khusus agar pemda tidak terlena. Airlangga mengingatkan pentingnya merumuskan strategi matang guna menjaga napas pertumbuhan agar tetap stabil setelah fase pembangunan infrastruktur industri selesai.

“Namun kita juga harus melihat bahwa ini ke depan harus dijaga pasca industrinya dibangun, dia harus sustainable,” kata Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga juga menyoroti performa jajaran provinsi yang selama ini menjadi tulang punggung utama kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Berbeda dengan luar Pulau Jawa yang digerakkan oleh industri ekstraktif komoditas mentah, struktur pembentukan ekonomi di koridor utama Jawa dilaporkan lebih sehat karena ditopang oleh produktivitas sektor hilir yang padat karya.

“Namun di berbagai wilayah ini sektor industri dan manufaktur yang lebih menonjol," pungkas Airlangga.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya