Kendati demikian, pemerintah memberikan catatan khusus agar pemda tidak terlena. Airlangga mengingatkan pentingnya merumuskan strategi matang guna menjaga napas pertumbuhan agar tetap stabil setelah fase pembangunan infrastruktur industri selesai.
“Namun kita juga harus melihat bahwa ini ke depan harus dijaga pasca industrinya dibangun, dia harus sustainable,” kata Airlangga.
Di sisi lain, Airlangga juga menyoroti performa jajaran provinsi yang selama ini menjadi tulang punggung utama kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Berbeda dengan luar Pulau Jawa yang digerakkan oleh industri ekstraktif komoditas mentah, struktur pembentukan ekonomi di koridor utama Jawa dilaporkan lebih sehat karena ditopang oleh produktivitas sektor hilir yang padat karya.
“Namun di berbagai wilayah ini sektor industri dan manufaktur yang lebih menonjol," pungkas Airlangga.
(Taufik Fajar)