JAKARTA - Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna menyatakan saat ini pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan brokerage firm asing untuk memperkuat daya serap pasar.
Nyoman mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari upaya Bursa Efek mempercepat implementasi batas minimum free float 15 persen. Mengingat beberapa waktu kebelakang indeks tertekan akibat akumulasi jual dari para investor pasar modal.
"Kami sudah bertemu dengan beberapa stock exchanges di luar untuk kita bekerjasama, termasuk dari sisi brokerage firm asing untuk kita bisa bring (membawa) listed companies ke mereka, sehingga bisa menarik investor," ujarnya saat ditemui di Bursa Efek, Kamis (4/6/2026).
Nyoman mengatakan penyerapan publik memang menjadi bagian yang dipertimbangkan oleh Bursa Efek ditengah agenda transformasi integritas pasar modal, terutama implementasi kenaikan batas free float 15 persen.
Ia mengaku saat ini pihaknya telah mengagendakan roadshow kepada calon investor potensial, baik dari sisi investor asing maupun domestik, untuk memperkuat daya serap pasar. Sebab masih ada sekitar 270 emiten yang belum memenuhi ketentuan free float 15 persen.
"Untuk penyerapan pasar pada saat ini, kita sudah berencana untuk melakukan roadshow untuk meng grab demand side, baik di internal maupun di luar negeri," tambahnya.