JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga industri minyak dan gas bumi (migas) di Aceh menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan langkah PT Sucofindo (Persero) untuk melalui perluasan jaringan layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC).
Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna berharap melalui hadirnya kantor pemasaran Sucofindo di Aceh dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami berharap ini dapat menjadi salah satu growth engine di wilayah Sumatera sekaligus memberikan kontribusi bagi pelanggan, masyarakat dan UMKM untuk pembangunan Aceh secara berkelanjutan dan para pelaku usaha khususnya di wilayah Aceh dapat semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” katanya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Direktur Komersial Sucofindo Agus Permadi menyampaikan bahwa Aceh merupakan wilayah yang memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis. Aceh sebagai wilayah yang memiliki potensi besar dan prospek yang sangat strategis, khususnya pada sektor migas, energi, infrastruktur, pertambangan, perdagangan dan berbagai sektor industri lainnya yang terus berkembang.
"Potensi tersebut membuka peluang kolaborasi yang luas dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah maupun nasional,” jelasnya.
Dia menyatakan bahwa Sucofindo tidak hanya hadir sebagai penyedia jasa Testing, Inspection and Certification (TIC) namun juga sebagai mitra strategis yang mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional maupun daerah.
“Sucofindo sebagai perusahaan TIC siap mendampingi pelaku usaha lokal, termasuk UMKM agar mampu memenuhi standar yang dibutuhkan pasar sehingga dapat memperluas peluang usaha dan meningkatkan nilai tambah produk daerah,” katanya.