MINE Raup Pendapatan Rp 676 Miliar di Kuartal I-2026

Taufik Fajar, Jurnalis
Jum'at 05 Juni 2026 14:19 WIB
MINE Raup Pendapatan (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) meraup pendapatan usaha sebesar Rp 676,19 miliar pada kinerja kuartal I-2026, meningkat 18,1% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara itu, laba usaha tercatat sebesar Rp87,98 miliar dan laba periode berjalan sebesar Rp61,95 miliar.

Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan, menilai capaian kinerja di kuartal pertama tahun ini memberikan sejumlah sinyal positif yang menunjukkan semakin sehatnya profil keuangan MINE.

“Dalam kondisi pasar yang cenderung berfluktuasi, investor biasanya akan lebih fokus pada kualitas fundamental dibanding pergerakan harga saham jangka pendek. Dari laporan keuangan kuartal pertama 2026, terlihat bahwa MINE tidak hanya bertumbuh secara operasional, tetapi juga berhasil memperkuat struktur keuangannya,” ujar Alfred dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2026).

Alfred menyebut, yang menarik bukan hanya pertumbuhan pendapatan, melainkan kualitas pertumbuhan tersebut yang tercermin dari kemampuan Perseroan menghasilkan kas dan memperbaiki struktur modal.

Salah satu indikatornya terlihat dari posisi kas dan setara kas yang meningkat menjadi Rp346,07 miliar pada akhir Maret 2026, dibandingkan Rp169,32 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ini memperkuat fleksibilitas keuangan Perseroan dalam mendukung kebutuhan operasional maupun pengelolaan kewajiban.

“Likuiditas yang kuat menjadi faktor penting, khususnya di sektor jasa pertambangan yang membutuhkan modal kerja dan belanja modal yang relatif besar. Peningkatan kas yang signifikan menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menjaga ketahanan keuangan,” jelasnya.

 

Dari sisi struktur permodalan, MINE juga mencatat perbaikan setelah melunasi pinjaman bank jangka pendek yang sebelumnya masih tercatat pada akhir 2025. Langkah tersebut turut mendorong penurunan debt-to-equity ratio (DER) menjadi sekitar 0,67 kali pada akhir Maret 2026, dibandingkan sekitar 0,87 kali pada akhir tahun lalu.

“Penurunan leverage menunjukkan ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis utang semakin terkendali. Struktur modal yang lebih sehat memberikan kemampuan yang lebih besar bagi perusahaan untuk menghadapi ketidakpastian pasar,” kata Alfred.

Selain itu, kemampuan operasional Perseroan juga dinilai tetap terjaga. EBITDA kuartal I 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp210,6 miliar dengan EBITDA margin sekitar 31%, mencerminkan kemampuan bisnis inti dalam menghasilkan profitabilitas yang solid.

Pada harga saat ini , saham MINE memiliki valuasi yang murah dengan PE (Annulized) Ratio hanya sebesar 3,6x dan PBV sebesar 0,9x. “Valuasi masih sangat menarik untuk sebuah emiten yang punya pertumbuhan yang solid. Selain dari sisi pertumbuhan, perolehan dividen yield juga menarik. Dengan level PE tersebut, potensi dividen yield tahun buku 2026 bisa diatas 8%-an,” paparnya.   

Ia menilai, kombinasi antara pertumbuhan usaha, peningkatan likuiditas, penurunan leverage, dan profitabilitas yang tetap kuat menunjukkan kualitas fundamental MINE yang semakin baik. Hal ini semakin diperkuat dengan kemampuan Perseroan dalam membagikan dividen kepada pemegang saham meski baru satu tahun IPO. Hal ini menjadi sinyal bahwa Perseroan memiliki kondisi keuangan dan kapasitas arus kas yang cukup solid untuk mendukung pertumbuhan usaha sekaligus memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

“Ketika perusahaan mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat neraca, profil risikonya menjadi lebih sehat. Ini menjadi faktor yang umumnya mendapat perhatian investor dalam menilai keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang,” pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya