Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memperkirakan gelombang PHK akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, dengan potensi mencapai sekitar 9.000 pekerja di sedikitnya 10 perusahaan.
Wakil Presiden KSPI, Kahar S. Cahyono, menyebut sejumlah PHK telah terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Serang dan Jawa Timur, yang melibatkan ratusan pekerja di sektor manufaktur dan otomotif.
KSPI menilai tekanan biaya produksi menjadi salah satu pemicu utama, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar industri dan pelemahan nilai tukar rupiah yang mendorong lonjakan biaya bahan baku impor.
“Kenaikan ongkos produksi membuat perusahaan memilih efisiensi melalui PHK, dan dampaknya langsung dirasakan pekerja,” ujar Kahar.
(Feby Novalius)