Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp18.187 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 08 Juni 2026 15:39 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

Laporan NFP yang lebih kuat dari perkiraan mendukung argumen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah atau bahkan menaikkannya karena para pejabat menilai dampak inflasi dari harga energi yang lebih tinggi. Fokus pasar minggu ini adalah data inflasi AS terbaru berupa Indeks Harga di tingkat Konsumen AS yang akan dirilis hari Rabu.

Dari sentimen domestik, kegelisahan pasar atas agenda pengeluaran besar-besaran Presiden Prabowo terhadapa program politik yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa ( Kopdes) Merah Putih, membuat devisit neraca transaksi berjalan melebar. Pelebaran devisit tersebut, terjadi seiring menyusutnya surflus perdagangan Indonesia.

Selain itu, pemerintah harus menghitung ulang dengan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang begitu besar akibat lonjakan harga minyak mentah setelah penutupan selat hormuz  di Timur Tengah oleh Iran, sehingga kebutuhan dolar AS tinggi dan membuat hutang pemerintah semakin membengkak.

Kemudian, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa mencapai USD144,9 miliar atau setara Rp2.590,2 triliun pada akhir Mei 2026. Cadangan devisa tersebut turun dari bulan sebelumnya sebesar USD146,2 miliar.

Bahkan, jika ditarik data historis lebih jauh maka cadangan devisa di level USD144,9 miliar itu merupakan rekor terendah baru sejak Juni 2024 (saat itu cadangan devisa di level USD140,2 miliar) atau dalam 23 bulan terakhir.

Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 itu setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Oleh sebab itu, BI menilai cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank sentral turut meyakini ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga dengan cadangan devisa tersebut.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.180-Rp18.230 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya