Terlebih, Dian mengemukakan bahwa meredanya tensi geopolitik global berpotensi menjadi stimulus positif bagi roda perekonomian, di mana penurunan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan mampu meredam gejolak harga minyak mentah dunia yang sempat memicu kecemasan pasar.
"Kalau dibandingkan suasana dua bulan terakhir, mudah-mudahan kalau bisa bounce back ke (situasi seperti) awal-awal tahun ini sudah cukup bagus," ujarnya.
Terlebih lagi, Dian menambahkan bahwa OJK saat ini juga intens menggelar diskusi dengan kalangan perbankan guna mengawal berbagai target prioritas, salah satunya perluasan akses permodalan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menyebut OJK telah merampungkan pemetaan data potensi ekonomi sektoral maupun kewilayahan guna memacu perbankan agar lebih progresif mengucurkan kredit ke sektor-sektor andalan di tiap daerah.
"Akan ada negosiasi yang kita lakukan dengan bank. Kita juga sudah siapkan data per sektor dan per daerah. Harapannya sumber-sumber keunggulan daerah itu bisa didorong melalui peningkatan UMKM," katanya.
(Feby Novalius)