Dirjen Bea Cukai Sebut Baju Bekas Ilegal dari China hingga Korea

Binti Mufarida, Jurnalis
Selasa 23 Juni 2026 15:15 WIB
Dirjen Bea Cukai Sebut Baju Bekas Ilegal dari China hingga Korea (Foto: Kemenkeu)
Share :

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkapkan, penyelundupan ribuan bale pakaian bekas impor ilegal (balepress) yang berhasil digagalkan di Jakarta dan Kalimantan Barat melalui jalur darat di perbatasan lintas negara.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama mengatakan, wilayah pesisir dan daratan Kalimantan menjadi gerbang masuk utama bagi jaringan ini sebelum barang dikumpulkan dan didistribusikan menggunakan armada kapal laut menuju pelabuhan utama di Jawa.

"Barang bekas ini yang pasti bahwa jalur masuknya adalah dari Kalimantan. Kalau dilihat dari jalur masuknya Kalimantan tentu dikumpulkan di perbatasan secara bertahap dimasukkan ke wilayah Indonesia," kata Djaka di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (23/6/2026).

Djaka menambahkan, letak geografis perbatasan darat Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dimanfaatkan sebagai titik transit awal.

Mengenai negara produsen asal komoditas terlarang tersebut, DJBC mendeteksi adanya keterlibatan pasokan dari beberapa negara besar di Asia Timur.

"Pintu masuk di perbatasan yang pasti negara tetangga kita adalah sebagai pintu masuknya. Asal barang ini bisa dari mana saja, apakah itu dari Korea atau dari China dan lain sebagainya," imbuh Djaka.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang turut hadir meninjau langsung fisik barang sitaan di dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, memberikan catatan tersendiri mengenai karakteristik muatan baju bekas ilegal tangkapan kali ini.

Purbaya menilai mutu dan kualitas visual dari pakaian bekas impor yang disita tersebut menunjukkan tren penurunan kualitas yang signifikan jika disandingkan dengan kasus-kasus tangkapan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau Anda lihat barangnya ini kan jelek enggak sebagus yang dulu yang kita lihat kan ini mungkin sumbernya dari negara yang ga jauh dari kita negara terkembang atau negara yang tidak terlalu maju," tutur Purbaya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya