Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjalankan strategi diversifikasi bisnis dan menjaga produktivitas operasional secara berkelanjutan.
Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga membukukan rasio likuiditas (current ratio) sebesar 1,15 kali, yang masih berada di atas batas covenant perbankan sebesar 1,1 kali.
Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (interest bearing debt to equity ratio) berada pada level 0,86 kali, yang juga berada di bawah batas covenant. Demikian dikutip dari keterangan tertulis PPRE, Jumat (26/6/2026).
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa strategi diversifikasi bisnis dan pengelolaan keuangan yang disiplin mampu menjaga stabilitas serta ketahanan fundamental perseroan di tengah dinamika industri.
(Feby Novalius)