“Setelah Cisem 1 dan Cisem 2, kita akan menghubungkan jaringan pipa transmisi dari ujung timur hingga barat Pulau Jawa. Selain itu, jaringan Sumatera juga akan dikembangkan dari Aceh hingga bagian selatan,” ujar Laode.
Ia menambahkan, jaringan pipa transmisi tersebut akan dihubungkan dengan jaringan distribusi ke sejumlah wilayah, seperti Semarang, Solo, Yogyakarta, Bandung, dan Cirebon, serta diperkuat dengan pembangunan jaringan gas rumah tangga.
Menurut Laode, pengembangan infrastruktur migas membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat tahun karena mencakup tahapan rekayasa, pengadaan, konstruksi, hingga pembangunan fasilitas produksi. Namun, pemerintah terus mempercepat proyek strategis, termasuk pengembangan lapangan gas yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 untuk menambah pasokan nasional.
Tantangan Infrastruktur dan Ketahanan Energi
Direktur Utama PT Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, menegaskan gas bumi merupakan energi transisi penting karena mampu menjembatani peralihan dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan dengan emisi yang lebih rendah dan biaya yang kompetitif.