Hadapi Tantangan 2026, Ini Strategi Jaga Cuan di Bisnis Kapal

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 27 Juni 2026 16:10 WIB
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menargetkan kinerja keuangan dan operasional tetap stabil pada 2026 di tengah dinamika global. (Foto ;Okezone.com/PTK)
Share :

JAKARTA – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menargetkan kinerja keuangan dan operasional tetap stabil pada 2026 di tengah dinamika global, dengan strategi utama berupa optimalisasi biaya, peningkatan efisiensi, transformasi digital, serta perluasan pangsa pasar khususnya pada layanan keagenan pelayaran.

Plt. Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan perusahaan akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, operational excellence, dan inovasi teknologi, sekaligus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Eko dalam media briefing di Jakarta, Sabtu (28/6/2026).

Ia menegaskan, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan, setelah PTK mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pendapatan Rp8,39 triliun dan laba bersih Rp1,32 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp1,07 triliun.

Menurut Eko, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing bisnis di sektor logistik maritim energi.

“Pertumbuhan yang kami raih tidak hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga profitabilitas dan efisiensi operasional yang semakin baik. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan 2026,” katanya.

Dari sisi operasional, PTK mengelola 370 armada dengan tingkat keandalan layanan di atas 99 persen. Perusahaan juga mencatat fleet commercial days sebesar 358,52 hari, commission days 120.118 hari, serta commercial days 119.390 hari.

PTK sebagai anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina menjalankan empat lini bisnis utama, yaitu penyedia kapal penunjang (support vessel provider), jasa kepelabuhanan (port operations services), shorebase atau pangkalan logistik, serta layanan keagenan pelayaran.

Direktur Operasional PTK, Yudi Wibisono, menyampaikan bahwa layanan keagenan akan menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan ke depan, termasuk untuk melayani kapal non-Pertamina.

“PTK tidak hanya melayani kapal dalam ekosistem Pertamina Group, tetapi juga kapal non-Pertamina, termasuk yang akan bersandar di dalam dan luar negeri sesuai regulasi otoritas setempat,” ujar Yudi.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PTK, Albertus Anto Budi Santosa, menegaskan bahwa aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, dan lingkungan (HSSE) tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Sejak 2025, PTK menerapkan program Vision Zero yang mencakup target zero illness, zero recordable incident, zero fraud bunker, dan zero pollution sebagai bagian dari penguatan HSSE dan operational excellence.

“Keandalan operasional menjadi prioritas utama untuk memastikan seluruh armada beroperasi dengan standar keselamatan tinggi serta memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan pemangku kepentingan,” kata Albertus.

Dari sisi keberlanjutan, Direktur Armada PTK Dewi Susanti menjelaskan bahwa perusahaan juga mendukung target net zero emission (NZE) melalui program dekarbonisasi. Sepanjang 2025, PTK mencatat penurunan emisi sebesar 66.721 ton CO2e melalui implementasi green energy program.

Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan bahan bakar rendah karbon, termasuk dual fuel LNG, panel surya, serta pemanfaatan baterai sebagai alternatif sumber energi di sejumlah kapal.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya