JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan dua skema operasional dalam rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Skema tersebut disusun untuk menyesuaikan kesiapan infrastruktur sekaligus menjaga aspek keselamatan dan kapasitas operasional bandara.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan reaktivasi Bandara Husein dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil kajian operasional dan safety assessment yang komprehensif.
"Reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil. Kami telah menyetujui kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
Pada skema pertama, Bandara Husein akan melayani pesawat jenis ATR72-500, penerbangan bisnis (business aviation), dan penerbangan charter. Sementara pada skema kedua, bandara akan kembali melayani pesawat berbadan sempit seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320 dengan penerapan sistem slot management untuk mengatur kapasitas penerbangan secara aman dan efektif.
Kemenhub menargetkan seluruh kesiapan operasional untuk melayani pesawat jet dapat terpenuhi pada 17 September 2026. Namun, pemerintah juga tengah menyiapkan skenario percepatan agar reaktivasi dapat dilakukan mulai 17 Agustus 2026 sesuai arahan Menteri Pertahanan. Untuk itu, Ditjen Perhubungan Udara akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Komandan Lanud Husein Sastranegara terkait waktu pelaksanaan reaktivasi.