Kombinasi berbagai faktor tersebut dinilai memperlihatkan bahwa ketahanan pasokan listrik dipengaruhi oleh keterhubungan antara kebijakan produksi, distribusi, dan kebutuhan pembangkit.
“Tanpa pembenahan yang lebih menyeluruh, risiko gangguan pasokan masih dapat terjadi pada tahun-tahun mendatang,” tulis Tenggara Strategics.
Tenggara menyimpulkan bahwa keandalan sistem kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh operasi pembangkit, tetapi juga oleh konsistensi pasokan batu bara, efektivitas kebijakan DMO, serta kepastian tata kelola perizinan di sektor energi dan sumber daya mineral.
Dalam konteks tersebut, sinkronisasi kebijakan antarsektor dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi dan keandalan sistem kelistrikan nasional ke depan.
(Feby Novalius)