Pada kesempatan itu Anin menegaskan bahwa berbagai gejolak di pasar tidak boleh mengaburkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir tetap berada di kisaran 5 persen dengan inflasi yang terjaga rendah di kisaran 2 persen, disertai penciptaan sekitar 800 ribu lapangan kerja pada kuartal pertama tahun ini.
Ia meyakini konsistensi menjaga fundamental tersebut pada akhirnya akan mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia. "Kalau kita fokus memastikan fundamental terus berjalan dan kinerja Indonesia lebih baik dibandingkan negara-negara lain, kapital pasti akan kembali lagi ke Indonesia," tambahnya.
Sekedar informasi tambahan, pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Jumat (10/7), IHSG ditutup di level 5.918 atau mencuat 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Level IHSG saat ini mengalami koreksi yang cukup dalam, sebesar 31,55 persen jika dibandingkan dengan level awal tahun 2026 atau year to date. Secara kuartalan, indeks juga terbilang melemah 19,01 persen dari level sebelumnya.
(Taufik Fajar)