Sementara itu, investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp421,70 miliar pada perdagangan hari Jumat (10/7), sehingga mengakumulasikan total net sell sepanjang tahun berjalan 2026 menembus Rp76,15 triliun.
Sebagai bagian dari komitmen penguatan integritas pasar modal, BEI resmi meluncurkan tiga sub-fitur anyar dalam menu Listed Company Disclosure pada aplikasi IDX Mobile. Ketiga sub-fitur tersebut meliputi informasi Share Ownership (struktur kepemilikan saham emiten), Free Float (porsi saham publik yang aktif diperdagangkan), serta High Shareholding (tingkat konsentrasi kepemilikan saham).
Inovasi digital yang dibarengi dengan penyempurnaan grafik visual ini ditujukan agar lebih dari 630 ribu pengguna aplikasi IDX Mobile dapat memperoleh draf data referensi yang intuitif, kredibel, dan transparan dalam proses pengambilan keputusan investasi.
Di sisi lain, bursa juga aktif menyebarkan edukasi melalui penerimaan kunjungan studi lapangan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi DKI Jakarta bersama para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XLII pada Selasa (7/7/2026).
Sepanjang pekan ini, panggung Main Hall BEI ramai oleh seremoni pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dari enam perusahaan sekaligus. Fenomena ini sekaligus menandai operasional emiten ke-2 hingga ke-7 yang resmi melantai di bursa sepanjang tahun 2026.
Rangkaian IPO dibuka pada Selasa (7/7/2026) oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan bermerek INACO yang resmi melantai di Papan Pengembangan dengan menghimpun dana (fund-raised) sebesar Rp239,40 miliar, serta PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), korporasi pengelola jaringan rumah sakit spesialis mata (JEC) yang mencatatkan saham di Papan Utama dan meraup dana Rp609,97 miar.
Selanjutnya pada Rabu (8/7/2026), giliran PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang bergerak sebagai penyedia solusi infrastruktur energi dan telekomunikasi resmi masuk ke Papan Utama dengan perolehan dana Rp271,83 miliar, disusul oleh PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) selaku distributor alat kesehatan berskala besar yang mencatatkan total dana IPO senilai Rp245,74 miliar di Papan Pengembangan.
Kemudian berlanjut pada Kamis (9/7/2026) saat anak usaha Prodia Group di bidang manufaktur alat diagnostik in vitro, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), melantai di Papan Pengembangan dengan raihan dana sebesar Rp62,74 miliar.
Terakhir, rangkaian pencatatan saham pekan ini ditutup manis pada Jumat (10/7/2026) oleh PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan media kreatif dan hiburan milik selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yang resmi mencatatkan saham perdananya di Papan Pengembangan pada klaster Barang Konsumen Non-Primer dan sukses mengamankan suntikan modal publik sebesar Rp429,25 miliar.
(Taufik Fajar)