JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, pemerintah mengucurkan kembali program bantuan pangan beras 10 kilogam (kg) mulai Juli 2026 yang menyasar kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama 3 bulan. Program ini diyakini dapat membantu meredam harga beras di tingkat konsumen.
"Nah ini kabar baik buat masyarakat seluruh Indonesia bahwa nanti bulan Juli, Agustus, September, 3 bulan, ini ada bantuan pangan tahap kedua," kata Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
"Ada 3 bulan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram untuk sekitar 33 juta keluarga penerima manfaat," sambung Maino.
Dengan penyaluran bansos beras, diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran. "Ini mudah-mudahan juga bisa meredam harga beras karena ada sekitar 33 juta rumah tangga yang akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kg untuk selama 3 bulan. Juli, Agustus, September," katanya.
Sementara itu, Bapanas mengungkap realisasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2026 telah mencapai lebih dari 55 persen. Maino menegaskan bahwa pelaksanaan program SPHP beras masih on the track atau sesuai target.
"Kita punya program beras SPHP tahun 2026 ini dengan target sekitar 828 ribu ton yang akan disalurkan ke masyarakat dan sampai hari ini realisasi kita sudah mencapai lebih 55 persen, artinya kalau sekarang sudah di tengah tahun, ini on the track," katanya.