Strategi Pertamina Genjot Produksi Migas di Lapangan Prabumulih, Target 65 BOPD

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 14 Juli 2026 19:10 WIB
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
Share :

JAKARTA - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. High Pressure Pumping Non-Rig Services berhasil diterapkan untuk pertama kalinya di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.

Melalui operasi matrix acidizing tersebut, ditargetkan terjadi peningkatan kinerja sumur dengan sasaran produksi mencapai 65 barel minyak per hari (BOPD). Layanan ini menjadi langkah baru perusahaan dalam memperluas bisnis hulu migas, tidak hanya melalui jasa pengeboran, tetapi juga solusi untuk mengoptimalkan produksi dari sumur yang sudah ada.

Operasi yang dilakukan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut bertujuan mengatasi hambatan pada area sekitar sumur akibat kerusakan formasi maupun endapan yang dapat mengurangi aliran fluida dari reservoir. Dengan perbaikan kondisi tersebut, aliran minyak dari reservoir menuju sumur diharapkan kembali lebih optimal.

Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim mengatakan keberhasilan pelaksanaan matrix acidizing perdana ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadirkan layanan hulu migas yang lebih terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

"Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional," ujar Aziz, Selasa (14/7/2026).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya