Sebagai informasi, volume produksi proyek ini diproyeksikan mencapai 10,5 juta ton LNG per tahun. Jumlah tersebut terdiri atas 9,5 juta ton LNG per tahun dan diperkirakan setara dengan lebih dari 10 persen kebutuhan impor LNG tahunan Jepang. Selain itu, blok migas tersebut juga diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.
Bahlil juga sempat melaporkan bahwa sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED) Proyek Masela. Pemerintah menargetkan proyek yang dioperasikan Inpex Corporation bersama mitranya itu mulai berproduksi pada periode 2029–2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp339 triliun. Menurut Bahlil, percepatan proyek menjadi penting karena Lapangan Abadi Masela memiliki peran strategis sebagai sumber pasokan gas bagi industri nasional sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
(Feby Novalius)