JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa dimulainya proyek Liquefied Natural Gas (LNG) atau Gas Alam Cair Abadi Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku akan mendorong kemakmuran bagi rakyat.
Penegasan ini diungkapkan Prabowo saat meresmikan groundbreaking PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (16/7/2026).
Proyek raksasa di sektor migas ini berlokasi sekitar 170-180 km di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dikembangkan melalui skema Cost Recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd. selaku operator dengan kepemilikan saham mayoritas (65%), bermitra strategis dengan PT Pertamina (Persero) (20%) dan Petronas (15%). Nilai investasi proyek ini mencapai USD20,9 miliar.
Prabowo menegaskan, pembangunan sektor energi harus berjalan seiring dengan agenda hilirisasi industri nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah untuk mendukung transformasi ekonomi.
“Proyek semacam ini sangat penting. Saya sangat menghargai dimulainya proyek ini. Tadi sudah disinggung proyek ini investasinya sangat besar, 20,9 miliar dolar AS, hampir 21 miliar dolar AS, akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya, sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa Indonesia harus melakukan hilirisasi dan hilirisasi ini membutuhkan energi.
"Energi kita sangat banyak, hanya ada 2-3 tahun masa transisi dan kebutuhan di tengah dunia yang penuh bahaya sekarang Indonesia cukup punya ketahanan, kita sudah antisipasi, kita punya langkah-langkah yang untuk bisa membawa Indonesia dalam keadaan yang baik," katanya.