Selain itu, proyek tersebut diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku hingga USD95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar.
Bahlil menambahkan, proyek LNG Abadi Masela juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Maluku. Pembangunan proyek ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
"Di luar manfaat ekonomi dan fiskal, Proyek Abadi Masela juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM di Maluku, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD bagi kebutuhan industri," ujarnya.
Berdasarkan studi Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura, pembangunan LNG Abadi Masela diperkirakan akan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada puncak masa konstruksi. Kehadiran proyek tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur melalui peningkatan kesempatan kerja, berkembangnya usaha masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan konektivitas wilayah.
(Feby Novalius)