Menurut Ibrahim, keputusan Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri merupakan bentuk sikap kenegarawanan dengan memberikan kesempatan kepada pejabat lain untuk melanjutkan kepemimpinan BI.
"Oleh karena itu, pengunduran diri Perry Warjiyo merupakan sesuatu yang luar biasa bagi Bank Indonesia. Namun, siapapun yang memimpin BI saat ini tetap akan menghadapi tantangan yang sama untuk memperkuat Rupiah," pungkas Ibrahim.
Dia menambahkan, kombinasi faktor geopolitik global dan kondisi ekonomi domestik masih menjadi hambatan utama bagi penguatan Rupiah ke depan.
(Feby Novalius)