Siapapun Gubernur BI, Rupiah Masih Sulit Menguat

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 27 Juli 2026 10:17 WIB
Siapapun yang nantinya memimpin bank sentral akan menghadapi pekerjaan berat . (Foto: Okezone.com)
Share :

"Kita melihat seharusnya Rupiah bisa menguat menuju level Rp16.500 per dolar AS, tetapi faktanya tidak serta-merta terjadi karena banyak faktor yang memengaruhi," jelas Ibrahim.

Dia menilai, tekanan terhadap Rupiah juga berasal dari kondisi domestik, terutama terkait dengan kebutuhan anggaran untuk sejumlah program pemerintah. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), menurutnya, membutuhkan dukungan fiskal yang besar.

"Kita lihat program pemerintah seperti MBG dan Kopdes membutuhkan anggaran yang besar. Ketika terjadi persoalan dalam pengelolaan maupun perubahan alokasi dana, hal tersebut dapat memengaruhi kekuatan fiskal dalam negeri dan berdampak terhadap nilai tukar Rupiah," katanya.

Ibrahim menuturkan, pemerintah maupun DPR tidak serta-merta meminta Gubernur BI Perry Warjiyo untuk mundur. Menurutnya, Perry telah bekerja keras dalam menjaga stabilitas Rupiah di tengah berbagai tekanan.

"Perry Warjiyo sudah bekerja keras menahan pelemahan Rupiah, tetapi sampai saat ini memang belum mampu mengangkat nilai tukar karena tekanannya sangat besar," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya