JAKARTA - PT Taspen (Persero) menggelar program pelatihan kehumasan bertajuk Public Relations (PR) Summit 2026 dengan menggandeng iNews Media Group (IMG) sebagai mitra strategis. Langkah ini ditempuh demi memperkuat kapasitas komunikasi publik dan profesionalisme para insan humas Perseroan yang tersebar di seluruh cabang se-Indonesia.
iNews Media Group menyambut baik kepercayaan Taspen dalam menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas kehumasan perseroan. Kemampuan komunikasi yang efektif dinilai menjadi faktor penentu utama dalam membangun reputasi positif sebuah korporasi di mata publik.
"Biasanya kalau di Corporate Secretary itu, cara menyampaikan itu paling penting. Kebetulan saya juga sebagai Corporate Secretary di MNC Group, jadi cara kita berbicara itu sangat penting, baik berbicara maupun dalam menulis," kata Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Pemberitaan iNews Media Group Syafril Nasution dalam sambutan acara PR Summit Taspen, di iNews Tower, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Syafril menekankan soal kualitas narasi yang disampaikan oleh praktisi kehumasan secara langsung mencerminkan profesionalisme seluruh jajaran perusahaan. Setiap konten tulus dan pernyataan resmi yang dirilis kepada media menjadi tolok ukur utama persepsi masyarakat terhadap kredibilitas institusi.
"Karena tulisan kita itu akan menjadi tolok ukur di mana orang menilai kita, bagaimana kualitas daripada perusahaannya dan juga daripada orang-orangnya," tambahnya.
Sekretaris Perusahaan Taspen Henra mengatakan, tujuan PR Summit adalah sarana pembekalan jajaran humas dari puluhan kantor cabang dengan materi komunikasi strategis agar siap menghadapi tantangan kehumasan di daerah.
"Ini pembekalan yang cukup komprehensif dari sisi public speaking, press release, bikin konten, bahkan sampai keprotokoleran. Mereka ini kan perpanjangan dari kami di kantor pusat, sehingga bagus tidaknya kantor cabang di mata masyarakat dan peserta tergantung teman-teman yang menjadi juru bicara atau frontliner," urai Henra.
Saat ini Taspen mengelola jutaan peserta dari kalangan aparatur sipil negara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, kata Henra, ketika terdapat peristiwa dengan atensi besar dari publik, yang menyangkut penerima manfaat dari ASN bakal, maka pemberitaan dan media handling dari sisi perseroan menjadi vital.
"Melalui 57 kantor cabang, kita mengelola 9,1 juta peserta aktif dan pensiunan yang sifatnya captive saat pemerintah merekrut ASN, baik PPPK maupun PNS. Seperti peristiwa kecelakaan kereta (di Bekasi) kemarin yang menimpa peserta guru saat pulang atau kasus Bea Cukai di Riau yang direspons Pak Menteri Keuangan Purbaya, langsung kami berikan santunan kecelakaan kerja," kata Henra.
Adapun jajaran insan humas Taspen dibekali dasar perumusan penulisan untuk rilis pers yang berdampak. Ini sejalan dengan perkembangan era digital menuntut praktisi humas untuk mengadaptasi strategi penyampaian pesan yang ringkas namun tetap sarat makna.
Sebab, belum besarnya minat membaca di kalangan masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam mengemas konten kehumasan agar tetap mampu menyita perhatian publik.
"Karena budaya membaca masyarakat belum tinggi, maka yang jadi tantangannya adalah menyampaikan sesuatu yang substansi dalam waktu singkat. Makanya saat buat konten YouTube podcast, pasti omongan menarik narasumber yang paling baik ditaruh di depan sebagai hook agar orang menonton terus," tambah Pemimpin Redaksi Sindonews Pung Purwanto.
Kata Pung, perancangan konten digital yang terstruktur membutuhkan perencanaan yang matang serta pemahaman mendalam atas mekanisme mesin pencari. Penggunaan kata kunci yang relevan dengan bisnis inti perusahaan menjadi syarat mutlak agar informasi kehumasan mudah ditemukan oleh khalayak luas.
"Komunikasi itu memang seni, minimal kita punya rencana untuk menyampaikan apa yang ingin dilakukan, dan konten harus searchable. Contoh Taspen pasti berurusan dengan dana pensiun ASN, kalau kita produksi kata-kata itu dan dicari pensiunan' atau 'gaji pensiun PNS' ketemunya Taspen, berarti algoritmanya sudah masuk," terang Pung.
Selain mudah ditemukan, konten komunikasi publik juga dituntut memiliki daya tarik visual agar berpotensi disebarluaskan secara masif oleh pengguna media sosial. Indikator keberhasilan kampanye digital tidak hanya diukur dari jumlah penayangan, melainkan dari tingkat interaksi aktif pemirsa terhadap unggahan tersebut.
"Konten harus shareable dan menarik. Foto, infografis, serta video harus bagus karena semakin banyak yang share, berarti konten dianggap penting. Di media sosial ukuran pertama adalah views, baru setelah views terlampaui kita bicara engagement seperti retweet, komentar, share, dan menyimpan konten," kata Pung.
Selain dibekali rumus dasar penulisan, para insan humas Taspen juga diedukasi teknik persiapan untuk kecakapan bicara di depan umum. Pembaca berita IMG, Wicky Adrian memberi tips untuk memastikan kelancaran bicara.
Mulai dari perenggangan area rahang wajah dan mulut seperti pelafalan 'A, I, U, E, O' hingga peserta diminta menirukan gestur 'lion face' atau singa saat membuka besar-besar mulutnya. Ini ditujukan agar merefleksikan otot wajah dan membantu penguatan intonasi serta artikulasi.
Tak selesai di situ, para humas Taspen juga diajak berkeliling ke sejumlah studio IMG. Mereka melihat bagaimana kerja-kerja seorang pembaca berita dan kameraman dalam menggarap acara iNews siang. Juga, mereka diajak melongok ruang kontrol yang menjadi sarana sirkulasi konten media sebelum akhirnya bisa dinikmati oleh penonton di televisi atau gadget-nya masing-masing.
(Dani Jumadil Akhir)