JAKARTA – Keputusan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri mengejutkan banyak kalangan. Pengunduran diri tersebut justru memunculkan pertanyaan: apakah Perry benar-benar mundur atas keinginan sendiri atau diminta mundur?
Menurut Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, keputusan tersebut sulit dilepaskan dari berbagai spekulasi yang berkembang. Sebab, pengunduran diri Perry menjadi tanda tanya besar karena selama ini kepemimpinannya dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Ini mengejutkan karena selama ini kinerja beliau bagus, tetapi tiba-tiba memutuskan mundur," kata Wijayanto dalam Podcast The Daily Buzz Okezone, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Bank Indonesia di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo berhasil menjalankan sejumlah kebijakan strategis. Salah satunya adalah berperan dalam membantu Indonesia keluar dari tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Selain itu, BI juga dinilai sukses mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga telah terhubung dengan sejumlah negara.
"Jarang ada produk Indonesia yang kemudian bisa digunakan di negara lain seperti QRIS," ujarnya.