JAKARTA - Seorang pengemudi ojol viral di media sosial yang memilih membatalkan perjalanan karena penumpang warga negara asing (WNA) menolak mengenakan helm.
Keputusan itu berdampak pada akunnya yang disebut tidak dapat menerima pesanan selama satu hari sehingga memengaruhi penghasilannya.
Terkait hal itu, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menyebutkan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi, termasuk layanan transportasi berbasis aplikasi.
“Kami mengapresiasi sikap pengemudi ojek online tersebut yang tetap memilih mematuhi aturan keselamatan meskipun harus menghadapi konsekuensi terhadap penghasilannya," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2026).
"Keputusan itu menunjukkan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun, termasuk tekanan situasi di lapangan,” tambah Awaluddin.
Menurutnya, penggunaan helm bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perlindungan dasar yang terbukti mampu mengurangi risiko cedera berat dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas.