JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie membeberkan serangkaian terobosan strategis untuk mengawal daya tahan perekonomian nasional.
Deretan terobosan strategis digadang-gadang untuk mengawal perekonomian nasional di tengah ancaman ketidakpastian serta konflik geopolitik global.
Terobosan ini disampaikan Anindya di depan Presiden Prabowo Subianto saat agenda pertemuan jajaran Kadin se-Indonesia di Istana negara, Jumat (31/7/2026).
"Ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi adalah bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Kadin sejak tahun lalu menyiapkan diri berpikir optimistis dan mencari solusi, apalagi perekonomian Indonesia berada dalam keadaan yang lebih baik dengan pertumbuhan rata-rata 5 persen dan inflasi terkendali," kata Anindya dalam paparannya.
Anindya menggarisbawahi bahwa kontribusi dunia usaha sangat krusial dalam menopang penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB) tanah air. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), porsi konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor mendominasi hampir seluruh aktivitas ekonomi nasional.
"Data BPS mencatat hampir 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor, sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi mencakup UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, hingga perusahaan besar di pusat dan daerah," jelas Anindya.