JAKARTA – Pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai menjadi perhatian publik setelah ia memutuskan mengundurkan diri. Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat, sementara Presiden Prabowo Subianto disebut akan menentukan sosok yang dinilai paling tepat memimpin bank sentral.
Di tengah proses tersebut, pemerintah, DPR, ekonom, hingga pelaku industri perbankan menyampaikan pandangan mengenai kriteria yang harus dimiliki calon Gubernur BI berikutnya.
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta menarik terkait calon Gubernur BI dan seperti apa sosok yang tepat untuk bank sentral, Senin (3/8/2026):
1. Sosok yang dicari Presiden Prabowo
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan kriteria utama calon Gubernur BI yang akan dipilih Presiden Prabowo. Menurutnya, sosok tersebut harus memiliki semangat kebangsaan.
"Kriteria khusus? Yang wajib adalah Merah Putih," kata Prasetyo.
Namun, Prasetyo belum mengungkap siapa nama yang akan dipilih Presiden. Ia juga belum memastikan apakah pemerintah hanya akan mengajukan satu nama kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
"Belum, belum," ujarnya.
2. Tiga nama mencuat sebagai kandidat Gubernur BI
Sejauh ini, sedikitnya ada tiga nama yang banyak diperbincangkan sebagai calon Gubernur BI, yaitu:
Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Thomas Djiwandono.
Purbaya Yudhi Sadewa.
Saat ditanya mengenai peluang Destry Damayanti menjadi Gubernur BI definitif, Prasetyo memilih tidak berspekulasi.
"Ya hanya beliau (Presiden Prabowo) yang tahulah," katanya.
3. Calon Gubernur BI harus ramah pasar dan kredibel
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai calon Gubernur BI harus memiliki sejumlah kriteria agar tetap dipercaya pelaku pasar.
Menurutnya, sosok tersebut harus market friendly atau tidak anti terhadap mekanisme pasar. Selain itu, calon juga harus memiliki kredibilitas yang ditopang pengalaman profesional serta pemahaman kuat mengenai ekonomi makro, khususnya sektor moneter.
4. Independensi BI dinilai tetap menjadi syarat utama
Selain kompetensi, Wijayanto menilai calon Gubernur BI harus mampu menjaga independensi bank sentral.
Di sisi lain, ia juga harus mampu bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan kebijakan ekonomi nasional sesuai mandat dan tugas Bank Indonesia.
Menurut Wijayanto, perubahan arah kebijakan pemerintah ke depan juga dapat memengaruhi karakter pemimpin BI yang dibutuhkan.
"Jangan-jangan pemerintah mempunyai skenario lain mengenai Bank Indonesia sehingga diperlukan tipe pemimpin yang berbeda dan lebih sesuai dengan arah kebijakan pemerintah ke depan," ujarnya.
5. Industri perbankan berharap Gubernur BI baru mendorong pertumbuhan ekonomi
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hendra Lembong, berharap Gubernur BI yang baru mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Mengenai pertanyaan Gubernur BI, ya kita tunggu kabar berikutnya. Pesan untuk calon-calonnya, ya tentu selalu semangat untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia supaya lebih baik lagi," ujar Hendra.
6. DPR menekankan pentingnya menjaga stabilitas rupiah dan inflasi
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengatakan Gubernur BI pengganti Perry Warjiyo harus mampu menjaga independensi bank sentral sekaligus mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.
Ia menegaskan Komisi XI DPR akan menjalankan proses fit and proper test secara objektif, profesional, serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.
"Kami akan menjalankan fungsi konstitusional dalam proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Gubernur Bank Indonesia secara objektif, profesional, dan mengedepankan kepentingan bangsa serta negara," kata Fauzi.
(Feby Novalius)