Diketahui, gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebelumnya dipicu terganggunya sejumlah pembangkit listrik utama yang secara bersamaan menjalani perbaikan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng Iwan Soelistijono telah menjelaskan, salah satu penyebabnya berasal dari PLTU SLK Gunung Mas di Kalimantan Tengah. Dari dua unit pembangkit berkapasitas masing-masing 100 megawatt (MW), satu unit masih mengalami gangguan dan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026.
Sementara itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong telah kembali mengoperasikan Unit 2 berkapasitas 100 MW sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target semula.
Adapun di PLTU Asam-Asam Kalimantan Selatan, proses pemulihan masih berlangsung. Unit 3 berkapasitas 54 MW masih dalam tahap perbaikan, sementara Unit 2 juga belum kembali beroperasi.
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin juga telah menyatakan, optimistis pemadaman bergilir dapat dihentikan mulai 5 Agustus 2026, seiring bertambahnya kapasitas pembangkit yang kembali masuk ke sistem. “Insya Allah mulai awal Agustus kita tidak ada pemadaman, tetapi kita masih siaga,” kata Muhidin.
Meski demikian, dia memperkirakan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah baru akan pulih sepenuhnya setelah seluruh proses perbaikan di PLTU Asam-Asam rampung pada akhir Agustus 2026.
(Dani Jumadil Akhir)