Teks Pidato Lengkap Kenegaraan Presiden Prabowo di DPR

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 14 Agustus 2026 15:25 WIB
Teks Pidato Lengkap Kenegaraan Presiden Prabowo di DPR (Foto: Setpres)
Share :


141.    Saudara-saudara,
142.    Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar, dan keluarga bertumbuh.
143.    Tahun 2026 ini, sampai 30 Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau bantuan renovasi rumah, bagi 83.907 rumah.
144.    Pembiayaan pembelian rumah dengan FLPP telah menjangkau 91.531 rumah, dan Kredit Program Perumahan telah menjangkau 95.878 debitur.
145.    Hadir bersama kita hari ini ibu Thelma Humena dari Kota Manado. Rumahnya dahulu memiliki fondasi rapuh, dinding, lantai, dan atap yang rusak. Melalui BSPS, keluarganya dapat memperbaiki rumah itu.
146.    Hadir pula Bapak Andre Kawaru dari Samarinda. Ia berdagang kelinci dari satu pasar malam ke pasar malam lain dan bertahun-tahun hidup di rumah kontrakan. Melalui KPR Subsidi FLPP, Pak Andre kini memiliki rumah sendiri.
147.    Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan, martabat, dan masa depan.
148.    Saudara-saudara sekalian,
149.    Negara tidak boleh membuat rakyat harus berkeliling dari satu kantor ke kantor lain. Hari ini, 313 kabupaten dan kota telah memiliki Mal Pelayanan Publik. Dalam satu tempat tersedia sampai 150 jenis layanan, dari dokumen kependudukan dan izin usaha sampai pertanahan, pajak, jaminan sosial, imigrasi, serta kepolisian.
150.    Pelayanan satu atap menghemat waktu dan biaya, sekaligus mempersempit ruang percaloan. Ke depan, seluruh layanan Pemerintah juga harus tersedia secara digital.
151.    Jaringan digital adalah infrastruktur pemerataan. Jaringan four G telah menjangkau 98,94 persen dari rakyat kita. Serat optik telah mencapai seluruh 38 provinsi, 502 dari 514 kabupaten dan kota, 5.319 kecamatan, serta 43.233 desa dan kelurahan.
152.    Satelit SATRIA-1 yang kita miliki sekarang melayani 31.803 lokasi pelayanan publik sampai awal Juli 2026.
153.    Bagi kita, internet adalah jalan bagi rakyat untuk belajar, bagi anak-anak desa untuk dapat pelajaran yang baik, bagi puskesmas untuk lebih baik melayani rakyat, dan bagi usaha kecil untuk menemukan pasar.
154.    Saudara-saudara,
155.    Negara yang kuat bukan hanya negara yang ekonominya tumbuh. Negara yang kuat adalah negara yang melindungi rakyat, kekayaan alam, wilayah, kedaulatan, dan kehormatan bangsa.
156.    Dalam upaya kita melindungi investasi rakyat di bursa saham, Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham kita. Mereka yang melanggar aturan bursa diberikan sanksi. Kita juga akan lanjutkan reformasi ini dengan demutualisasi pasar modal Indonesia. Ini akan membawa pasar modal Indonesia ke standard dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
157.    Pasar modal yang bekerja dengan baik adalah soal keadilan. Soal kesempatan perusahaan rintisan pengusaha kita bisa naik kelas, menambah ekuitas, agar bisa memperbesar skala dan dampak usahanya.
158.    Kita juga terus menertibkan kawasan hutan, pertambangan, perkebunan, perdagangan komoditas, dan pengelolaan kekayaan negara.
159.    Korupsi mencuri masa depan anak-anak kita. Korupsi menghilangkan obat dari pasien, mengurangi pupuk dari petani, dan mengurangi kesempatan kerja dari generasi muda. Karena itu, kita tidak boleh ada toleransi sedikitpun terhadap korupsi.
160.    Dalam dunia yang semakin tidak pasti, kita memperkuat pertahanan nasional kita dan industri pertahanan kita di dalam negeri. Kekuatan pertahanan Indonesia bukan untuk mengancam bangsa lain. Kekuatan itu untuk menjaga perdamaian dan memastikan tidak ada pihak yang akan meremehkan kedaulatan kita.
161.    Di panggung dunia, Indonesia terus memperjuangkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina, memperkuat ASEAN, serta memperluas kerja sama dengan BRICS, dengan Uni Eropa, dengan Amerika Serikat, dengan Tiongkok, Jepang, India, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan Pasifik.
162.    Prinsip politik luar negeri kita tetap: Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Persahabatan kita harus membuka pasar bagi produk Indonesia, membawa investasi dan teknologi, dan menciptakan pekerjaan bagi rakyat Indonesia.
163.    Dengan diplomasi kita, sekarang 25 perjanjian dagang telah terimplementasi, termasuk 5 perjanjian dagang baru terimplementasi dalam satu tahun terakhir ini. 2 perjanjian dagang dalam proses ratifikasi, dan 13 perjanjian dagang dalam proses perundingan. 2 menunggu jadwal penandatanganan.
164.    Saudara-saudara sekalian,
165.    Hari ini saya telah menyampaikan beberapa capaian yang nyata: swasembada 8 komoditas pangan; swasembada solar melalui B50; 182 Sekolah Rakyat operasional; 100 Kampung Nelayan operasional menuju 1.100; 10.000 Koperasi Desa operasional menuju 30.000; dan 121 kebijakan yang menyelesaikan masalah-masalah negara.
166.    Sebanyak 290 BUMN telah ditutup. Keuntungan BUMN meningkat signifikan tanpa permainan angka. PT DSI menghimpun devisa 14 miliar Dollar Amerika walau baru 2 bulan 13 hari bekerja.
167.    Namun saya harus katakan di sini: pekerjaan kita masih sangat besar. Masih ada keluarga yang miskin, masih banyak anak yang membutuhkan pendidikan terbaik, rumah yang harus diperbaiki, pekerjaan yang harus diciptakan, kebocoran yang masih harus ditutup, korupsi yang harus diberantas, pertambangan ilegal, penyelundupan, peredaran narkoba yang juga harus kita berantas sampai ke akar-akarnya.
168.    Selama pekerjaan itu masih ada, Pemerintah dan seluruh lembaga negara tidak boleh berpuas diri.
169.    Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia.
170.    Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh lembaga negara; seluruh anggota Dewan yang terhormat; Seluruh pimpinan pemerintah daerah; TNI dan Polri; ASN; guru; tenaga kesehatan; petani; nelayan; buruh; pengusaha; pekerja; relawan; tokoh agama; tokoh masyarakat; dan seluruh rakyat Indonesia.
171.    Tidak ada Presiden yang mampu membangun Indonesia seorang diri. Bangsa ini harus dibangun dengan gotong royong.
172.    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
173.    Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa mewariskan kepada kita sebuah Republik. Republik ini tidak didirikan agar negara sekadar ada. Republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri. Agar rakyat merasa Pemerintah ada di samping mereka.
174.    Tugas kita bukan sekadar menjaga Republik ini tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan Republik ini hadir — menghadirkan keadilan, menghadirkan kemakmuran untuk semua orang.
175.    Mari kita buktikan kepada dunia bahwa demokrasi kita dapat menghasilkan kesejahteraan; bahwa persatuan kita dapat menghasilkan kemajuan; dan bahwa bangsa yang besar dapat mengelola kekayaannya sendiri dengan jujur dan adil.
176.    Dirgahayu Republik Indonesia ke 81.
177.    Merdeka! Merdeka! Merdeka!
178.    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya