56. Saudara-saudara,
57. Di hari ini, saya ingin menyampaikan penghargaan yang khusus kepada Menteri Pertanian kita, Saudara Amran Sulaiman, beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian dari pusat sampai ke tingkat paling bawah.
58. Juga kepada semua Kementerian dan unsur lain yang telah membantu mereka. Tapi mereka adalah inti kita dalam masalah mencapai swasembada pangan. Saya minta kita beri penghargaan kepada tim swasembada pangan kita yaitu Saudara Amran Sulaiman beserta seluruh jajarannya.
59. Untuk memperkuat perikanan kita, kita sedang membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi pelabuhan, tempat pelelangan ikan, penyimpanan ruang dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial.
60. Hari ini, 100 Kampung Nelayan telah dibangun. Target kita, 1.100 Kampung Nelayan berdiri dan berfungsi pada akhir 2026.
61. Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia. Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar 34 milyar Dollar Amerika. Baru sekian persen yang bisa kita nikmati. Kita harus membangun armada kapal ikan moderen, belasan bahkan puluhan ribu kapal. Ini tantangan berat tapi kita akan mulai.
62. Pada tahun 2027, kita targetkan akan memiliki lebih dari 1.582 kapal ikan modern.
63. Saudara-saudara sekalian,
64. BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa.
65. Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris.
66. Hari ini saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan.
67. Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini kita telah hemat overhead sekitar 50 triliun Rupiah.
68. Ini artinya setiap tahun 50 triliun Rupiah tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat.
69. Selain itu, kita juga telah melaksanakan perintah Undang Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
70. Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Dampaknya, keuntungan bersih PT TIMAH dalam 6 bulan pertama tahun 2026 naik 804,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Valuasi PT TIMAH naik 280% di bulan Agustus 2026 dibandingkan di bulan Agustus 2025 lalu.
71. Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%, untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%, untung bersih PT Pertamina naik 86%, untung bersih Pegadaian naik 84,4% dengan transformasi bisnis Bank Emas, untung bersih Pelindo naik 60,4%, dan untung bersih PTPN naik 54,4%.
72. Garuda Indonesia juga telah berhasil me-reaktivasi pesawat-pesawat yang grounded. Per Juni 2026, total pesawat yang berhasil kita reaktivasi bertambah 20 pesawat, menjadi 104 pesawat. Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung berkelanjutan. Kalau tidak terjadi perang di Timur Tengah, kita sesungguhnya sudah bisa melihat Garuda Indonesia sudah untung.
73. Saya juga sudah ingatkan di sini, saya tidak mau toleransi permainan angka. Kita harus dapat angka-angka yang benar, yang tepat.
74. Keuntungan BUMN tahun 2024 telah kita koreksi menjadi 186 triliun Rupiah. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah 85,5 triliun Rupiah.
75. Karena perbaikan-perbaikan yang kita kerjakan, pada tahun 2025, keuntungan BUMN mencapai 326 triliun Rupiah, naik 75,3% persen dari 2024. 326 triliun Rupiah ini adalah keuntungan tanpa permainan angka.
76. Dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 mencapai 142,3 triliun, naik 67% dari tahun 2024.
77. Namun, tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama.
78. Pada tahun 2024, dividen BUMN dikurangi PMN adalah 53 triliun Rupiah.
79. Tahun 2025, dividen BUMN dikurangi PMN adalah 138 triliun Rupiah, atau naik 160%.
80. Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan 200 triliun, tanpa ada PMN. Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari 53 triliun Rupiah ke 200 triliun Rupiah, atau bisa dikatakan 4x lebih besar.
81. Keuntungan BUMN sekarang gunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita. Dengan Danantara, kita sudah ground breaking 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026, dan 13 lagi proyek hilirisasi pada 29 April 2026.
82. Proyek-proyek seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, dan smelter alumina menjadi aluminum ini menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru. Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kita juga mulai.
83. Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk percepat upaya downstreaming kita dengan upstreaming. Kita beli perusahaan-perusahaan terbaik dunia, untuk mendapatkan teknologinya, manajemennya, pasarnya, yang bisa membantu jadikan Indonesia bagian dari rantai pasok dunia.
84. Saudara-saudara,
85. Kita juga membangun Bank Emas Indonesia. Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri sendiri, tetapi disimpan, diperdagangkan, dan memberi nilai tambah di negeri sendiri.
86. Hari ini Bank Emas di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 360 triliun Rupiah, atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia.
87. Kita juga membenahi ekspor komoditas strategis. Sebelumnya, minyak sawit mentah Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia, atau dalam bahasa teknisnya secara FOB, dijual sekitar 15.000 Rupiah per kilogram. Sementara harga di bursa CPO Rotterdam, Belanda, harganya 27.000 Rupiah per kilogram. Artinya, sesungguhnya kita hilang hampir 50% nilai komoditas kita.
88. Karena itu, pada 20 Mei 2026, di aula terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI.
89. Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dalam waktu 2 bulan 13 hari, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dollar Amerika dari tiga komoditas strategis saja.
90. Lebih dari 6.500 transaksi ekspor 3 komoditas telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan 5 milyar Dollar Amerika dari perbedaan dan penyesuaian harga, kualitas, dan pembayaran devisa hasil ekspor.
91. Selanjutnya, DSI akan meningkatkan pengawasannya meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan, dalam waktu dekat, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis kita, tidak hanya tiga.
92. Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang apalagi di luar negeri, dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini sesungguhnya bukan sikap negara yang pandai.