Membaca yang Tak Terlihat, Teknologi Elnusa Menyingkap Potensi Energi dari Bawah Permukaan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 15 Agustus 2026 14:10 WIB
Membaca yang Tak Terlihat, Teknologi Elnusa Menyingkap Potensi Energi dari Bawah Permukaan (Foto: Elnusa)
Share :

JAKARTA - Di bawah permukaan bumi, ada sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata. Lapisan batuan, struktur geologi, hingga kemungkinan keberadaan sumber energi tersembunyi jauh di bawah tanah dan dasar laut. 

Namun, bagi industri energi, sesuatu yang tidak terlihat itu harus dapat "dibaca" sebelum keputusan eksplorasi diambil. Di titik inilah teknologi memainkan peran penting.

Data yang diperoleh dari bawah permukaan bukan sekadar kumpulan angka atau rekaman gelombang. Data tersebut menjadi dasar untuk membangun gambaran mengenai kondisi geologi, memperkirakan struktur bawah permukaan, sekaligus membantu menentukan langkah berikutnya dalam kegiatan eksplorasi dan engineering.

PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi bagian dari Subholding Upstream Pertamina melihat kebutuhan tersebut sebagai ruang untuk terus memperkuat kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS).

Melalui kapabilitas GRS, Elnusa mengintegrasikan proses akuisisi, pengolahan, hingga pemodelan data untuk menghasilkan high-resolution subsurface insights. Kemampuan tersebut memungkinkan data bawah permukaan diterjemahkan menjadi informasi yang lebih bernilai bagi pengambilan keputusan.

“Bagi Elnusa, teknologi dan inovasi bukan hanya menjadi bagian dari perangkat operasional, tetapi merupakan enabler dalam menghadirkan solusi energi yang semakin adaptif dan bernilai tambah. Karena itu, kami terus mengembangkan kapabilitas teknologi sekaligus memastikan kesiapan ekosistem pendukungnya, mulai dari expertise, equipment, pengelolaan material hingga mobilisasi ke lokasi operasi. Integrasi seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan,” ujar Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji di Jakarta.

Ketika Bumi Harus Dibaca

Tantangan eksplorasi energi tidak selalu berada pada kemampuan menangkap data. Medan operasi yang beragam juga menuntut metode akuisisi yang dapat menyesuaikan kondisi lapangan.

Di wilayah remote, misalnya, keterbatasan akses membuat fleksibilitas teknologi menjadi penting. Karena itu, Elnusa mengembangkan portofolio yang mencakup land seismic, marine seismic, nodal technology, seismic drilling, recording system, Vibroseis, Ocean Bottom Nodes, hingga non-seismic survey.

Kapabilitas tersebut ditopang lebih dari 100 set surveying, navigation, dan positioning, lebih dari 250 set seismic drilling, lebih dari 25.000 channel recording & cable system, sembilan Vibroseis, satu Indonesian Seismic Vessel, 2.000 Ocean Bottom Nodes, 8.000 Onshore SmartSolo Nodes, serta 25.000 Onshore Stryde Nodes.

Di balik angka-angka tersebut terdapat perjalanan panjang pengembangan teknologi.

Sejak 2005, Elnusa telah menggunakan Sercel 428 XL dengan kapasitas 20.000 channel. Kapabilitas tersebut kemudian diperluas melalui RT 2 Wireless Seismic System berkapasitas 2.000 channel pada 2015.

Perkembangan berikutnya hadir pada 2021 ketika Elnusa menambah 8.000 channel SmartSolo untuk mendukung survei di area remote. Pada 2025, perusahaan kembali memperkuat kemampuan akuisisi melalui 25.000 channel node STRYDE.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa teknologi bagi Elnusa bukan sesuatu yang berhenti pada pembelian perangkat. Teknologi terus berkembang mengikuti karakter lapangan, kebutuhan pelanggan, serta tantangan eksplorasi yang semakin kompleks.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya