Menurut Bahlil, pemerintah pada akhirnya ingin menjadikan energi baru dan terbarukan, termasuk geothermal, sebagai bagian penting dari strategi mencapai kedaulatan energi nasional.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi, Bahlil menilai Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor. Pengembangan energi bersih bukan hanya berkaitan dengan komitmen Indonesia terhadap target net zero emission pada 2050-2060, tetapi juga bagian dari upaya mewariskan kondisi lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang.
"Perubahan atau mengonversi dari energi fosil kepada energi bersih, bukan hanya pada menuju net zero emission, tetapi bagaimana kita meninggalkan warisan bumi kepada anak cucu kita yang lebih baik," pungkasnya.
(Feby Novalius)