Pengalihan Saham dan Utang Whoosh ke Kemenkeu Jadi Sorotan, Jangan Cuma Pindahkan Beban BUMN ke Negara

Rohman Wibowo, Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2026 19:11 WIB
Pengalihan Saham dan Utang Whoosh ke Kemenkeu Jadi Sorotan, Jangan Cuma Pindahkan Beban BUMN ke Negara. (foto :Okezone.com/KCIC)
Share :

Kondisi keuangan konsorsium semakin tertekan pada semester pertama 2026 dengan kerugian tambahan Rp5,13 triliun. Liabilitasnya yang mencapai Rp21,55 triliun juga telah melampaui aset sebesar Rp21,53 triliun.

Intervensi pemerintah dinilai sebagai langkah darurat yang tak terhindarkan guna mencegah kepailitan teknis pada BUMN karya dan transportasi yang terlibat.

"Tekanan keuangan Whoosh sudah terlalu besar untuk terus dibiarkan berada di neraca BUMN transportasi dan konstruksi. Pengambilalihan oleh Kementerian Keuangan dapat menjadi langkah realistis untuk menyelamatkan KAI dan BUMN lain dari tekanan yang semakin berat," kata Achmad.

Terkait wacana penugasan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk menerbitkan obligasi penanganan KCIC, kapasitas neraca perseroan turut menjadi sorotan. Hingga 30 Juni 2026, PT SMI mencatatkan aset Rp124,98 triliun, liabilitas Rp75,53 triliun, ekuitas Rp46,81 triliun, laba bersih semester I sebesar Rp1,36 triliun, serta surat utang beredar senilai Rp20,87 triliun.

Pada paruh pertama 2026, PT SMI menghimpun Rp5,35 triliun dari emisi obligasi, tetapi harus membayar pokok utang jatuh tempo hingga Rp7,62 triliun.

Penugasan baru untuk menambal arus kas proyek Whoosh dinilai berisiko mengaburkan mandat utama PT SMI sebagai motor pembiayaan proyek-proyek strategis daerah. Pengalokasian likuiditas yang terpusat pada satu proyek berpotensi memicu crowding out bagi agenda pembangunan sektor lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya