3. Proses Restrukturisasi Cukup Rumit
Menurut Dony, Danantara bisa saja mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan permasalah BUMN Karya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan merger maupun mempailitkan perusahaan.
"Tapi kami memikirkan juga dampaknya. Dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali. Inilah yang memakan waktu yang juga masyarakat harus tahu bahwa problem ini kan sudah cukup lama dan besar," katanya.
"Inilah yang satu per satu. Karena dampaknya itu kan ratusan triliun utangnya mereka. Ini yang total di antara perusahaan-perusahaan karya itu. Inilah yang pelan-pelan mesti dibereskan," ujarnya.
4. Danantara Targetkan Restrukturisasi Rampung Akhir 2026
Meski demikian, Danantara menargetkan penyelesaian proses restrukturisasi BUMN Karya sebelum penutupan tahun 2026.
Dony Oskaria menargetkan langkah penataan korporasi tersebut mampu memulihkan aspek keuangan serta memperbaiki fundamental bisnis perusahaan BUMN karya di masa mendatang.
“Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai, tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit,” ujar Dony.