Geliat Industri Gadai Tembus Rp103 Triliun, dari Emas 5 Gram hingga Jam Miliaran

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 27 Agustus 2026 08:14 WIB
Geliat Industri Gadai Tembus Rp103 Triliun, dari Emas 5 Gram hingga Jam Miliaran (Foto: Dokumentasi)
Share :

Gadai Menyasar Aset Mewah

Perkembangan industri gadai tidak hanya terlihat di gerai yang melayani masyarakat umum. Di segmen lain, layanan gadai mulai menyasar kalangan high-net-worth individuals (HNWI) dan pemilik bisnis dengan aset bernilai besar.

Aset yang dijadikan jaminan pun berbeda. Jika masyarakat umum banyak menggadaikan emas atau barang elektronik, kalangan atas dapat menggunakan koleksi bernilai tinggi.

Seperti misalnya, jam tangan edisi terbatas Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Rolex, tas desainer seperti Hermès Birkin, perhiasan berlian, hingga logam mulia dalam jumlah besar.

Perbedaannya terletak pada tujuan penggunaan dana. Jika masyarakat berpenghasilan lebih rendah menggunakan gadai untuk memenuhi kebutuhan hidup atau usaha, kalangan atas memanfaatkannya sebagai bagian dari rekayasa finansial (financial engineering) dan manajemen arus kas. Salah satu pemain yang menggarap segmen pergadaian premium adalah PT Lesca Gadai Premier.

Perusahaan tersebut menyasar kebutuhan pebisnis yang membutuhkan tambahan modal kerja hingga miliaran rupiah dengan menjadikan aset premium sebagai jaminan.

Navigasi Finansial Pengusaha

Memasuki paruh kedua tahun 2026, kenaikan harga emas dunia yang menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah ketidakpastian geopolitik global justru membuka peluang emas bagi para pebisnis. Kenaikan harga instrumen safe haven ini dimanfaatkan Lesca Gadai Premier untuk menawarkan program optimalisasi portofolio tengah tahun.

Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, menjelaskan bahwa dalam manajemen kekayaan modern, menjual aset fisik premium yang nilainya sedang menguat secara konsisten saat membutuhkan likuiditas adalah keputusan yang kurang taktis.

"Kenaikan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini adalah kesempatan emas bagi para kolektor dan pengusaha. Melalui skema pendanaan berbasis aset (asset-backed lending) yang kami tawarkan, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal," katanya.

"Mereka bisa mendapatkan pencairan dana hingga miliaran rupiah berdasarkan taksiran harga pasar terkini yang sedang tinggi, namun aset fisik mereka tetap utuh di bawah kepemilikan mereka," sambungnya.

Tantangan terbesar bagi para CEO, pendiri startup, dan pengusaha kelas atas dalam mencari dana cepat adalah risiko reputasi (reputational risk). Mengajukan pinjaman institusional berskala besar atau menjual aset operasional secara mendadak sering kali memicu signaling effect negatif di mata investor dan kompetitor di mana pasar bisa mengira mereka sedang mengalami krisis arus kas.

Karena itu, Lesca Gadai Premier mengusung konsep Discreet Liquidity yang didukung layanan privat White Glove Service. Bastian menyatakan, bagi para pemimpin bisnis, waktu dan reputasi adalah komoditas yang paling berharga.

Menunggu proses persetujuan kredit perbankan konvensional yang memakan waktu berminggu-minggu, akan membuat momentum ekspansi hilang. "Di sisi lain, mereka tidak ingin pasar mencium bahwa mereka sedang membutuhkan dana taktis. Di sinilah konsep Discreet Liquidity yang kami tawarkan menjadi solusi mutlak," ujar Bastian.

Melalui layanan tersebut, nasabah premium tidak harus datang ke kantor atau gerai. Tim penilai (appraiser) senior Lesca Gadai Premier dapat mendatangi lokasi yang diinginkan, mulai dari ruang rapat privat di kantor hingga kediaman pribadi.

Penilaian aset dilakukan berdasarkan taksiran nilai pasar, sementara pencairan dana hingga miliaran rupiah dapat dilakukan melalui transfer bank secara langsung.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya