Investasi Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh 5,6 Persen pada 2026

Feby Novalius, Jurnalis
Minggu 30 Agustus 2026 20:00 WIB
Investasi Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh 5,6 Persen pada 2026 (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Investasi menjadi kunci menjaga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II 2026, ketika daya dorong konsumsi rumah tangga mulai menunjukkan sejumlah tanda kehati-hatian. Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diproyeksikan tetap berada pada kisaran 5,3-5,6 persen.

Peneliti Ekonomi Great Institute, Adrian Nalendra Perwira, mengatakan pertumbuhan dalam kisaran 5,3-5,6 persen tidak akan terjadi secara otomatis. Menurut dia, komposisi mesin pertumbuhan mulai berubah setelah konsumsi dan dorongan fiskal menjadi penopang utama pada semester I.

“Proyeksi pertumbuhan 5,3-5,6 persen adalah optimisme dengan prasyarat. Kita melihat fondasi pertumbuhan masih cukup kuat, tetapi komposisi mesin pertumbuhannya mulai berubah. Semester I banyak terbantu oleh konsumsi dan dorongan fiskal. Memasuki semester II, konsumsi tentu tetap menjadi fondasi pertumbuhan, tetapi tambahan akselerasi semakin perlu datang dari investasi dan aktivitas produktif sektor swasta,” ujar Adrian, Jakarta, Minggu (30/6/2026).

Perekonomian Indonesia tumbuh kumulatif 5,45 persen pada semester I 2026. Pada periode tersebut, konsumsi pemerintah tumbuh 18,62 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih tumbuh 5,06 persen secara tahunan pada triwulan II.

Namun, sejumlah indikator menunjukkan masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya. Penjualan ritel terkontraksi pada April hingga Juni sebelum diperkirakan kembali tumbuh tipis 0,9 persen pada Juli. Pada periode yang sama, Indeks Keyakinan Konsumen turun dari 123,0 pada April menjadi 116,8 pada Juli.

“Karena konsumsi menyumbang porsi terbesar ekonomi, ketahanannya tetap menjadi fondasi proyeksi kami. Tetapi kita juga tidak boleh membaca konsumsi rumah tangga hanya dari satu angka PDB. Ada sinyal kehati-hatian yang meningkat. Karena itu, menjaga pendapatan riil dan pekerjaan menjadi lebih penting daripada sekadar mendorong konsumsi sesaat,” kata Adrian.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas sektor usaha masih menunjukkan perkembangan positif. Konsumsi listrik sektor bisnis dan industri masing-masing tumbuh 10,04 persen dan 6,54 persen secara tahunan. Penjualan mobil niaga juga meningkat 30,12 persen hingga Juni. Indikator tersebut menunjukkan aktivitas operasional dunia usaha masih berkembang.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya