JAKARTA – Perubahan kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangan mendorong perbankan digital mengembangkan layanan yang lebih beragam, mulai dari transaksi mata uang asing, tabungan, hingga pengelolaan arus kas. Pengembangan layanan juga dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dan kebiasaan pengguna dalam bertransaksi.
Head of Emerging Affluent SMBC Indonesia Irwan Tisnabudi mengatakan masukan dari pengguna menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan fitur dan layanan perbankan digital.
"Kami terus mendengarkan masukan, ide, dan insight dari masyarakat digital savvy di Indonesia untuk menghadirkan inovasi yang semakin relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Irwan, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Menurut Irwan, kebutuhan transaksi masyarakat kini semakin beragam, termasuk untuk aktivitas keuangan lintas negara. Kondisi tersebut mendorong pengembangan layanan yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi mata uang asing melalui aplikasi.
Layanan tersebut mencakup aktivitas menabung, menukar, mengirim, dan menerima sejumlah mata uang asing. Pengembangan transaksi valas menjadi salah satu respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan, transaksi, maupun aktivitas keuangan dengan pihak di luar negeri.
Selain transaksi internasional, pengelolaan keuangan sehari-hari juga menjadi bagian dari pengembangan layanan perbankan digital. Salah satunya melalui fitur yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi sekaligus menyisihkan dana untuk tabungan.
Irwan mengatakan pengembangan layanan dilakukan melalui proses kokreasi dengan pengguna. Pendekatan tersebut memungkinkan penyedia layanan mendapatkan masukan mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi fitur yang telah tersedia.