RI Bangun Proyek PSEL, Kepala Bappisus Ingatkan Jangan Ada Penyelewengan Uang Rakyat!

Rohman Wibowo, Jurnalis
Kamis 17 September 2026 15:56 WIB
RI Bangun Proyek PSEL, Kepala Bappisus Ingatkan Jangan Ada Penyelewengan Uang Rakyat! (Foto: Tangkapan Layar)
Share :

JAKARTA - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi mulai digulirkan sebagai wujud konkret arah pembangunan prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) mewanti-wanti seluruh pihak agar tidak melakukan penyimpangan dalam pelaksanaannya, mengingat pembiayaan fasilitas strategis ini bersumber dari anggaran publik.

Realisasi proyek PSEL diposisikan sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan pilar energi, teknologi, dan pelestarian lingkungan secara terpadu. Lembaga pengawas pembangunan menegaskan bahwa perwujudan inisiatif ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi strategis kepala negara.

"Bapak Presiden concern terhadap empat hal yang saat ini menjadi fundamental bidang pembangunan, yaitu pangan dan air, energi, teknologi, serta environmental," ujar Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto dalam acara peresmian PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Aries memaparkan bahwa persoalan timbunan sampah telah menjadi tantangan mendesak bangsa selama berpuluh-puluh tahun yang menuntut terobosan nyata.

Memasuki hampir dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo, koordinasi lintas kementerian yang berpikir keras, kreatif, dan inovatif akhirnya berhasil merumuskan solusi terintegrasi melalui groundbreaking fasilitas PSEL ini.

Pengembangan teknologi pengolahan limbah ini dipastikan tidak berhenti pada fasilitas yang ada saat ini. Dalam perbincangannya dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Aries mengungkapkan adanya penjajakan teknologi baru untuk mendaur ulang sampah lama menjadi sumber daya energi alternatif, termasuk potensi bahan bakar jenis solar, yang segera ditindaklanjuti secara teknis.

Penuntasan krisis sampah yang menahun tersebut dipandang membutuhkan keterlibatan terpadu dari seluruh pemangku kepentingan agar tidak lagi menemui hambatan birokrasi di lapangan. Aries meminta kementerian dan lembaga terkait terus menyatukan langkah operasional demi mengurai persoalan bangsa yang tergolong pelik ini.

"Saya mohon kepada seluruh K/L terkait untuk selalu koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi supaya sinergis dan harmonis sehingga tercipta terobosan-terobosan yang kemarin menjadi bottleneck," kata Aries.

 

Mengingat fasilitas pengolahan sampah modern ini menyerap pembiayaan publik dalam jumlah besar, pengawasan ketat mutlak diberlakukan di seluruh tingkatan operasional. Proyek terintegrasi ini tercatat menyerap anggaran berkisar antara Rp2,7 triliun hingga Rp2,8 triliun.

Bapisus mengingatkan seluruh aparatur negara dan rekanan pelaksana proyek untuk menjaga integritas penggunaan dana tanpa tergoda mencari keuntungan finansial sepihak. Setiap lini kerja dituntut mengutamakan prinsip kehati-hatian serta pertanggungjawaban moral kepada masyarakat luas. 

"Ini uang rakyat, mohon dipertanggungjawabkan setiap bidang, departemen, dan lini untuk selalu mengedepankan pengabdian kepada rakyat, jangan ada yang mementingkan keuntungan diri pribadi," tegasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya