Untuk menjaga keamanan pasokan, perusahaan bekerja sama dengan pemasok berbagai bahan baku, termasuk fosfat, potash, dan sulfur dari sejumlah negara. Perusahaan juga mendorong integrasi vertikal melalui upaya penguasaan sumber bahan baku di berbagai lokasi untuk mengurangi risiko gangguan pasokan akibat dinamika rantai pasok global.
Erlangga mengatakan transformasi hijau tidak hanya berkaitan dengan penurunan emisi, tetapi juga keberlanjutan industri dan ketahanan pangan.
“Di Pupuk Indonesia kami melihat transformasi hijau itu adalah suatu keharusan,” pungkasnya.
(Feby Novalius)