JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merespons positif langkah Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate). Kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan kepastian biaya modal bagi pelaku usaha sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Keputusan bank sentral mempertahankan suku bunga acuan dinilai dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha di tengah dinamika kebijakan moneter global dan tingginya imbal hasil obligasi di Amerika Serikat. Kepastian tingkat suku bunga dinilai penting untuk menjaga ekspansi sektor riil agar tidak terbebani kenaikan biaya modal.
"Untuk mempertahankan BI-Rate menurut saya akan membantu sekali dunia usaha untuk terus berkembang. Karena bagaimanapun juga untuk berkembang kan membutuhkan pendanaan," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Anindya mengatakan stabilitas suku bunga acuan di dalam negeri menjadi penting ketika imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat masih berada di level tinggi.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat memengaruhi pasar keuangan global. Sementara itu, suku bunga acuan domestik yang tetap dapat membantu menjaga stabilitas biaya pendanaan perbankan dan mendukung aktivitas perekonomian nasional.