JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan 92 saham dari daftar Papan Pemantauan Khusus (PPK) terhitung mulai Senin, 28 September 2026. Deretan efek yang keluar dari papan pemantauan khusus tersebut mencakup sejumlah saham emiten badan usaha milik negara (BUMN).
Langkah pelepasan puluhan saham ini merupakan tindak lanjut atas berlakunya ketentuan baru dalam Peraturan BEI Nomor I-X. Berdasarkan pengumuman resmi otoritas bursa Nomor Peng-CK-00076/BEI.PLP/09-2026 tertanggal 25 September 2026, terdapat empat kriteria masuk PPK yang telah resmi dihapus, yakni Kriteria 1, 6, 7, dan 10.
Seiring berlakunya penyesuaian regulasi tersebut, saham-saham yang sebelumnya terjerat dalam PPK atas dasar kriteria yang dihapus kini dikembalikan ke papan pencatatan awalnya masing-masing.
Perubahan posisi ini sekaligus membuat saham-saham tersebut tidak lagi diperdagangkan melalui skema lelang berkala penuh atau Full Call Auction (FCA). Dari total 92 saham yang keluar dari papan pemantauan khusus, sebanyak 44 emiten tercatat masih aktif ditransaksikan hingga penutupan perdagangan pada Jumat (25/9/2026).
Sementara itu, 48 saham lainnya saat ini masih berada dalam status penghentian sementara perdagangan atau suspensi. Di antara jajaran saham yang keluar dari PPK, terdapat entitas BUMN beserta anak usahanya, meliputi PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), serta PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
Menilik 44 saham yang masih aktif diperjualbelikan pada 25 September 2026, sebanyak 28 saham di antaranya bertengger pada level harga di bawah Rp50 per lembar.
Secara rinci, lima saham terparkir di bawah level Rp20 per saham, yakni BTEK, TAXI, KREN, PPRO, dan ASMI.
Kemudian, sebanyak 12 saham berada di rentang harga Rp20 hingga Rp29 per saham, yang mencakup IKAI, BHIT, ANDI, BEKS, BAPI, IPTV, MIRA, PBRX, TAMU, WINR, WMPP, serta HADE.
Selanjutnya, delapan saham bertengger di koridor harga Rp30 sampai Rp39, yaitu ELTY, BLTA, PURA, TARA, SAGE, NASA, VIVA, dan KBAG.
Adapun tiga saham menempati kisaran harga Rp40 hingga Rp49 per lembar, yakni BAUT, HRME, dan AKKU, dengan seluruh rincian harga tersebut mengacu pada posisi transaksi pasar per Jumat (25/9/2026).
Pada kelompok harga yang lebih tinggi, saham PCAR dan GRPH diperdagangkan pada rentang Rp50 hingga Rp199 per saham. Berikutnya, emiten dengan pergerakan harga di kisaran Rp200 sampai Rp999 ditempati oleh MLIA, URBN, PACK, SOSS, dan TFCO.
Sementara itu, tujuh saham bertengger di rentang Rp1.000 hingga Rp4.999 per lembar, yang meliputi IFSH, MAPB, BIKE, BSWD, SONA, PNGO, dan DUTI. Terakhir, saham LIFE dan ADES menjadi dua emiten dengan harga tertinggi, yakni berada di level Rp5.000 per lembar atau lebih.
(Feby Novalius)