Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi 3 Jalur

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 29 September 2026 11:25 WIB
Bank Indonesia soal Rupiah (Foto: Okezone)
Share :

Merespons tembusnya level Rp18.000 per dolar AS tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal stabilitas pasar valas melalui intervensi di tiga pasar sekaligus (triple intervention).

"Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," tegas Erwin.

Selain hadir di pasar, bank sentral memperkuat efektivitas stabilisasi lewat peningkatan insentif instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai (hedging) guna menyerap pendanaan luar negeri.

"Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya," ujar Erwin.

"Selain itu, Bank Indonesia mengelola struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market. Efektivitas stabilisasi nilai tukar juga diperkuat dan kecukupan likuiditas dijaga dengan meningkatkan insentif untuk instrumen Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) Lindung Nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri," sambungnya.

Di tengah tekanan gejolak global, BI menilai performa Rupiah secara umum masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan tingkat pelemahan relatif terbatas sebesar 0,67 persen secara quarter-to-date (qtd).

Bantalan ekonomi nasional juga dipastikan tetap solid, ditopang oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat hingga menyentuh USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya