Hadapi 3 Guncangan Dunia, Bagaimana dengan Ekonomi Indonesia?

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 29 September 2026 15:39 WIB
Hadapi 3 Guncangan Dunia, Bagaimana dengan Ekonomi Indonesia? (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi menyentuh 5,4 persen sepanjang tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada realisasi kinerja ekonomi nasional yang berhasil mencatatkan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,4 persen pada semester pertama 2026.

Chief Asia Economist & Co-head Global Investment Research Asia HSBC Frederic Neumann memperkirakan laju PDB Indonesia pada 2027 sedikit melambat ke level 5,2 persen. Kendati demikian, tingkat pertumbuhan tersebut dinilai masih sangat solid di tengah gelombang penyesuaian ekonomi global.

"Pada semester pertama tahun ini, ekonomi tumbuh sebesar 5,4 persen. Kami memperkirakan pertumbuhan sepanjang tahun juga akan mencapai 5,4 persen dan untuk tahun depan kami memproyeksikan angka 5,2 persen. Jadi sedikit melambat, namun tetap merupakan pertumbuhan yang sangat kuat mengingat adanya berbagai guncangan tersebut," kata Frederic dalam Media Briefing HSBC Indonesia Summit 2026, Selasa (29/9/2026).

Ketahanan (resilience) ekonomi domestik dinilai luar biasa mengingat lanskap global saat ini dihantam oleh tiga guncangan (shocks) utama secara bersamaan. Pertama, lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik, fenomena El Nino yang membuat kenaikan harga pangan, serta era suku bunga tinggi dunia.

"Jika kita melihat Indonesia, negara ini cukup rentan terhadap berbagai guncangan tersebut, dan sekarang pertanyaannya adalah seberapa kuat perekonomian Indonesia mampu bertahan? Dan sejauh ini, kesimpulannya adalah perekonomian Indonesia sangat tangguh dalam menghadapi semua guncangan tersebut," tegas Frederic.

Frederic mengurai tiga faktor penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia dalam menyerap guncangan global tersebut. Pertama, kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga minyak serta skema subsidi dinilai efektif melindungi daya beli konsumen domestik dari dampak penuh krisis energi dunia.

"Berkat adanya subsidi dan dukungan harga, kita tidak melihat dampak penuh terhadap konsumen sebagaimana yang terjadi di negara-negara lain. Sejauh ini, pemerintah Indonesia mampu menanggung biaya pengendalian harga tersebut. Menurut saya, hal itu menjadi jangkar penting bagi stabilitas ekonomi," ujar Frederic.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya