Hilirisasi Mineral Kritis Masuki Babak Baru, Fokus ke Ekosistem Baterai

Rohman Wibowo, Jurnalis
Rabu 30 September 2026 11:08 WIB
Pengembangan industri mineral kritis di Tanah Air. (Foto: Okezone.com/MIND ID)
Share :

Secara teknis, BKPM turut menyoroti tingkat keekonomian fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan daya saing pasokan asam sulfat. Lonjakan kapasitas HPAL di Indonesia saat ini menjadi bagian integral dari konstelasi global rantai pasok nikel dan bahan baku baterai.

Tantangan yang tak kalah kompleks berada pada mata rantai yang lebih hilir. Pembuatan komponen prekursor dan katoda baterai tidak hanya mengandalkan ketercukupan pasokan bahan mentah, tetapi juga menuntut penguasaan teknologi mutakhir, jaminan kualitas spesifikasi barang, ketersediaan pembeli terikat, serta kepastian kelayakan keekonomian proyek.

Pada saat bersamaan, pengetatan standar perdagangan global kian mendikte operasional industri mineral dan logam. Penerapan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), ketertelusuran rantai pasok, mekanisme penyesuaian batas karbon (CBAM), hingga uji kelayakan hak asasi manusia (HRDD) kini menjadi prasyarat mutlak yang menentukan akses pasar dan keputusan pembelian para mitra dagang.

Perkembangan ini menegaskan bahwa peta kompetisi mineral kritis ke depan tidak lagi sekadar ditentukan oleh besarnya cadangan bahan tambang yang dimiliki suatu negara.

Keunggulan industri kini bergantung pada kecakapan membangun mata rantai nilai yang efisien, penyediaan produk dengan spesifikasi yang dicari pasar, kemudahan memperoleh pembiayaan, pengelolaan ongkos produksi, serta kemampuan memenuhi regulasi keberlanjutan yang diterapkan oleh negara tujuan ekspor.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya